Monday, March 13, 2006

Nyoba extension Performancing for Firefox

Dapat info kalo Aku bisa nulis blog dari anmsidblog. Aku pake extension Performancing for Firefox. Aku tes dulu untuk blog di Blogger, tapi Aku pengen coba untuk blog di BlogSome.

Thursday, March 09, 2006

Terminal 3 Soekarno Hatta dan Derita Pahlawan Devisa (TKI)

Hongkong, 09 Maret 2006
Tarini Sorrita
Penari Naga Kecil dan Terminal 3
Ditulis oleh : Tarini Sorrita (Pekerja Migran di Hongkong)

Semua orang pasti merasa bahagia dan gembira bila tiba waktunya untuk mudik ke kampung halaman, begitupun yang dirasakan oleh saya Tarini. Saya merasa berjingkrak ketika Visa baru saya turun dari Imigrasi Hongkong, berarti saya jadi pulang ke kampung halaman sekaligus melaksanakan rencana saya yaitu Peluncuran buku Penari Naga Kecil yang sudah lama sekali saya tunggu dan harapkan.
Namun dibalik bahagia saya rasa takut pun hadir tak mau kalah. Alasannya karena saya pulang menggunakan tiket gratis yang tentunya rasa takut tak diberi servis yang sama dengan penumpang lainnya yang tiketnya bukan gratis.
Rasa takut yang pertama akhirnya meleset, karena ternyata Maskapai Penerbangan Garuda Indonesia tidak membedakan antara tiket gratis dan tiket yang non gratis, malah mereka memperlakukan saya dan semuanya cukup baik dan wuah "Patut diacungkan Jempol."Ketakutan saya yang kedua ternyata menjadi nyata yaitu Keangkeran terminal tiga.
Saya heran mengapa dinegeri sendiri saya takut padahal di negeri orang saya tak pernah merasa takut walau tak ada uang apalagi punya uang, hanya modal KTP HK saya dan teman-teman TKI tak pernah merasa takut namun sebaliknya nyaman dan tentram.
Tiba di Bandara tercinta Soekarno Hatta pukul 20:00 wib. Langsung menuju ke Bag. Imigrasi, disitu lolos tak ada masalah. Langsung menuju tempat pengambilan barang, Nah disanalah mulai Penari Naga Kecil merasa ciut memang badannya sudah ciut ditambah dipaksa untuk menuju ke Terminal 3, padahal sudah bilang mau beli tiket untuk melanjutkan ke Surabaya / Jogya. Nah disini mulai hak kita sebagai manusia ditekan "Membeli tiket adalah hak kita sebagai penumpang" kok dinegeri kita tapi ini bukan pemerintahannya namun oknum yang tak bertanggung jawabnya melarang kita untuk membeli tiket, malah kami dipaksa menuju terminal 3 yang angker itu.
Sempat saya berjingkat-jingkat untuk bisa membeli tiket itu, malah semakin dibentak, ya terpaksa saya menurut menuju ke T 3. Di sana sudah ditunggu bis yang akan menghantarkan ke T 3. Dengan bahasa yang cukup halus meminta imbalan mereka memintanya.
Giliran menurunkan barang merekapun memaksa kita untuk tidak membawa barang atau tas itu sendiri, dengan alasan mereka sendiri yang tahu. Saya yang sudah terbiasa dengan beban berat membawanya dan menurunkannya sendiri dari bis walhasil kena umpatan "Dasar kecil-kecil tak tahu diri rasain kalau jatuh" mereka mengngumpat saya begitu. Keangkeran petugas Bis bisa saya lalui, giliran harus menggunakan jasa Travel karena semua TKI tidak diperbolehkan dijemput oleh keluarga dengan alasan mereka yang saya dengar "Tidak ingin terjadi hal-hal yang tidak diinginkan".
Di tempat pembelian tiket traveling masing-masing dipungut biaya sesuai daerahnya ditambah ongkos Rp. 25.000,- untuk servise.
Nah dari pukul 22:00 wib disanalah banyak sekali peristiwa yang saya dengar dan lihat sendiri :
Ada seseorang yang berseragam polisi menawarkan jasa pulang ke rumah dengan harus membayar Rp. 2 juta. Sampai proses yang begitu tidak masuk akal padahal kalau tidak bertele-tele kami bisa sampai dirumah masih dini hari.
Saya benar-benar menjaga bawaan saya dengan ketat takut kejadian tahun yang lalu terulang lagi Tas besar saya kuncinya terbuka dan menghilang, untungnya didalam semua barang rongsok jadi bukan saya yang tertipu melainkan silaknat yang tertipu.
Kami setelah ditentukan untuk diberangkatkan sebelumnya kami semua disuruh menandatangani lembaran perjanjian, yang isinya dari identitas sampai barang apa saja yang dibawa dan berapa uang yang dibawa dan tetek bengek.
Saya yang kesal sempat bersms dengan Ketua DKS Jatim yaitu Bapak Bonari Nabonenar, sampai-sampai beliau menyarankan saya untuk menyampaikan telpon saya pada salah satu petugas T 3. Namun saya tak mau dikatakan terlalu besar kepala.
Akhirnya pukul 1 dini hari tanggal 09 Februari 2006 kami 12 orang diberangkatkan dengan mobil kol yang bentuknya seperti penjara, mobil itu sisi-sisi jendelanya diberi terali besi.
Perjalananpun dibuat sedemikian jauh akhirnya saya beride telpon Bonari berbincang masalah peluncuran buku yang akan dihadiri oleh Pers / Wartawan, nah disanalah ide saya itu bagai senjata mematikan buat mereka. Mobil meluncur dengan laju cepat namun masih belum mempan, kami masih diperlakukan seperti orang bego tak tahu jalan. Padahal jarak antara Jakarta ke Indramayu kalau cepat 3 atau 4 jam sudah sampai, namun kami dibawanya dulu ke wilayah Sumedang, alur yang dilewati adalah hutan jati.
Di Indramayu tiba kira kira pukul 9 itu baru satu TKI, sedang kami masih banyak. Dan setibanya dirumah kami semua dimintai uang yang caranya begitu halus "Nanti mau bagi-bagi rezeki tidak?" Karena daripada menambah resiko semua dari kami memberinya uang. Total uang yang saya keluarkan dari mulai T 3 sampai di rumah adalah Rp. 700.000,-
Saya menghimbau kepada pemerintah Indonesia "Kami adalah sama manusia jadi perlakukan kami sama seperti manusia lain " Terimakasih. Semoga kepulangan yang akan datang tak dikerangkeng lagi diterminal tiga.

19 Februari 2006
Tarini Sorrita

Game Komputer Asah Kemampuan Jurnalistik

Baru tau kalo main game bisa jadi kayak gini :). Cek di
sini

Sunday, March 05, 2006

Memahami Fenomena Berbicara

Ini saya dapat dari postingan di milis Ida-Krisna Show :

Ada tiga pertanyaan dan sekaligus tiga jawaban:

A. Bicara baik atau diam.
B. Manusia punya tugas besar di dunia. Salah satunya adalah untuk
berbicara.
Berbicara untuk saling mengingatkan dan mengajak manusia pada
kebaikan.
C. Meningkatkan kemampuan berbicara yang baik dan tahu kapan harus diam.

Tips Aa Gym :

1. Menahan diri saat berhadapan dengan orang yang marah;
2. Tujuan perkataan dan apa yang dikatakan sesuai dengan kenyataan;
3. Berbicara di saat yang tepat;
4. Pilihlah kata-kata terbaik, saat terbaik, waktu terbaik dan tempat
terbaik;
5. Sebelum berkata-kata, kata-kata adalah tawanan kita. Setelah itu,
sebaliknya;
6. Bertanya pada diri sendiri, haruskah saya berbicara?
7. Kata-kata paling bernilai hanya ada dalam empat kasus yaitu:
- Jika mendapat nikmat, bersyukur;
- Jika mendapat musibah, bersabar;
- Jika mendapat taufik, mengakui bahwa semua itu hanya karena berkat dan
karunia-Nya;
- Jika tergelincir melakukan dosa, meminta ampun kepada-Nya.
8. Tidak sembarang berbunyi;
9. Percayalah, diam itu emas;
10. Perhatikan dengan siapa kita berbicara.

Tips Harun Yahya :

1. Berkata-kata dengan memuji-Nya;
2. Sering mengingat-Nya dalam berkata-kata;
3. Memanggil-Nya dengan nama-nama baik-Nya;
4. Berbicara dengan memahami bahwa Dia selalu bersama kita;
5. Berbicara dengan tidak mengasosiasikan-Nya dengan yang lain;
6. Berbicara dengan memahami ketidakberdayaan manusia di hadapan-Nya;
7. Berbicara dengan memahami bahwa setiap pekerjaan dan aktivitas hanya berjalan sesuai kehendak-Nya;
8. Menerapkan ajaran-Nya dalam berbicara;
9. Berbicara dengan memahami kepastian takdir-Nya;
10. Berbicara dengan memahami keberadaan hal-hal baik dalam segala sesuatu;
11. Berbicara dalam keadaan mempercayai-Nya;
12. Berbicara dengan memahami bahwa hidup ini hanya sementara;
13. Berbicara dengan menunjukkan perhatian pada persoalan benar dan salah sesuai ajaran-Nya;
14. Menghindari gaya bicara setan;
15. Bergabung dengan pembicaraan yang benar dan menghindar dari pembicaraan yang salah;
16. Berbicara dengan bijaksana;
17. Berbicara dengan ramah;
18. Berbicara benar;
19. Berbicara dengan penuh kepekaan;
20. Berbicara dengan logis;
21. Menyampaikan kabar baik;
22. Berbicara dengan membuat orang lain senang dan antusias;
23. Mengatakan yang terbaik;
24. Tidak berangkat bicara dari sisi yang rendah atau gelap dari diri, atau dari keinginan pribadi;
25. Bicara dengan mengukur, berbudi dan menghormati orang lain;
26. Berbicara dengan bersahaja;
27. Berbicara dengan toleransi dan memaafkan;
28. Tidak berbicara di belakang orang lain dan tidak menggosip;
29. Tidak berbicara dengan curiga dan memfitnah;
30. Tidak berbicara dengan mengejek;
31. Tidak berbicara dalam ketamakan dan iri hati;
32. Tidak membuat pernyataan yang kosong atau tidak berarti;
33. Tidak menginterupsi dan berbicara lemah lembut;
34. Berbicara dengan gaya dan cara yang dipahami lawan bicara;
35. Menghindari bicara hipokrit;
36. Tidak berbicara yang menimbulkan keragu-raguan;
37. Tidak berbicara dengan menyelidik dan mengorek-ngorek;
38. Tidak berbicara yang mendekatkan orang lain kepada setan;
39. Tidak berbicara yang menyulitkan atau menyudutkan orang lain;
40. Berbicara yang berpihak dan membela kebenaran dan keadilan.

Tips Mamarinta Omar Mababaya dan Dr.Norlain Dindang Mababaya :
1. Berbicara yang disenangi-Nya;
2. Berbicara setulusnya untuk hal-hal yang disenangi-Nya;
3. Mengajak orang lain pada kebaikan dan kebenaran;
4. Berbicara dengan mengerti, bijak dan indah;
5. Berbicara sebagai orang yang memahami kebenaran dan memiliki keyakinan.

Well, berat sekali tugas kita. Dan kita harus menjawab yang mana: A, B,
atau C?

Monday, February 27, 2006

Ikhsan

Kata Ikhsan adalah sebuah kata kerja yang berarti "berbuat atau menegakkan sesuatu dengan kualitas terbaik". Manusia adalah ciptaan Allah yang terindahm sehingga Allah memberikan potensi (fisik, emosi dan spiritual) kepada manusia agar mampu melakukan yang terindah/terbaik. Hal itu bagaikan percikan air surgawi yang membasuh wajah umat manusia, untuk selalu tampil prima, sebagai pekerja keras, berprestasi puncak dan memiliki makna. Setiap manusia wajib menjadi Top Performers dan memiliki "Can Do Spirit!" di bidangnya masing-masing. Kalau saja setiap manusia, memahami konsep Ikhsan ini, niscaya dunia akan kembali bermandikan cahaya kedamaian, prestasi besar sebagai wujud pengabdian cinta kepada Dia Yang Maha Agung.

Jika manusia berbuat sesuatu yang indah (Deliver the Best), tentunya itu bukanlah untuk kepentingan Allah, namun manusia sendirilah yang beruntung melalui upaya penyesuaian dengan sifat-sifat terdalam (fitrah) miliknya sendiri.

Jika kamu berbuat baik, (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu
sendiri, dan bila kamu berbuat buruk, maka sebenarnya
(keburukan) itu bagi dirimu sendiri. (QS Al-Israa' : 17)


(Dikutip dari buku ESQ POWER, Sebuah Journey melalui Al-Ikhsan, karya Ary Ginanjar Agustian)

Thursday, February 23, 2006

Postingan pertama blog lewat email

Sebenarnya Aku pengen bisa ngeblog lewat email di blogku diBlogsome. Tapi ternyata Aku belum ngerti bagaimana caranya (someday myfriend ... someday ...). Well, berarti blog di blogspot Aku jadikan blog untuk menampung tulisan2ku di waktu gak bisa OL.

Mohon kerja samanya :-) .

Monday, January 09, 2006

Masih mencari ....


Kesel nih hanya bisa duduk nunggu sampai bulan Maret untuk dapat Ijazah dan Transkrip Nilai. Memang sih Aku udah dapet STLS (Surat Tanda Lulus Sementara), tapi cuma nyebutin kalo yang namanya Tabah Budi Margono telah lulus pada tanggal 10 Desember 2006 (dan seterusnya ...). Gak ada disebutin Aku lulus dengan IP berapa (padahal itu yang paling ditanya untuk nyari kerja :< ).

Ketar-ketirlah Aku. Mau ngelamar jadi CPNS, tapi minta Ijazah + Transkrip nilai (STLS berlaku gak ya ...). Ijazah + Transkrip baru keluar bulan Maret nanti.

Jadi ... beginilah Aku, masih mencari dan menunggu ... :((

Monday, December 12, 2005

Akhirnya ...

Akhirnya ... setelah berjuang selama 4 1/2 tahun, Aku berhak menambahkan gelar ST di belakang namaku (wiiih aneh aja ... Tabah Budi Margono, ST). Hehehehehe ...

Well, banyak sih masalah waktu nulis n persiapan sidangnya. Dari file tulisan skripsi raib (harus nulis ulang. Untungnya udah dibackup di komputer rumah), FlashDisk jebol gara2 power Supply komputer konslet (hiks), sampe waktu ngeprint yang gak sesuai format di rumah.

Tapi pokoke ... gak rugi deh klo lewat jalur Skripsi. Banyak ceritanya :)